Ads

Sunday, 14 January 2018

Resistensi Terhadap Globalisasi Ekonomi

Mengapa Globalisasi ekonomj dianggap merugikan negara miakin?. Melanjutkan pembahasan Proses Globalisasi Ekonomi Indonesia dan Dampak Globalisasi Ekonomi Bagi Indonesia

3. Resistensi Terhadap Globalisasi Ekonomi

Globalisasi ekonomi yang dianggap merugikan negara miskin dan berkembang memicu berbagai gerakan untuk menentangnya.
Awal 2004 gugatan sudah muncul dalam tiga forum internasional. Gugatan terhadap globalisasi dan perangkatnya tidak hanya datang dari negara berkembang, melainkan juga oleh negara yang berpendapatan menengah atas seperti negara-negara Amerika Latin.

Secara teoritik memang perdagangan bebas dunia akan dapat mendorong terjadinya peningkatan efisiensi melalui spesialisasi produk. Dalam perdagangan bebas dunia asumsi yang selalu didengungkan adalah bahwa semua negara dan pelaku ekonomi akan diuntungkan dari adanya keterbukaan ekonomi tersebut. Oleh karena itu berbagai hambatan perdagangan, baik itu yang berupa tarif yang tinggi (tarif barrier) maupun yang bukan tarif (non tariff barrier) seperti quota, larangan impor, lisensi dan sebagainya harus diminimalkan atau dihilangkan. Melalui WTO dan berbagai lembaga internasional hal itu selalu dijadikan tekanan untuk dilaksanakan.

Dalam realitas, pasar tidak bekerja seperti yang dinyatakan teori konvensional di atas. Menurut Shipman (2002:61-98) tidak ada satu negarapun yang menjadi kaya melalui terjadinya spesialisasi. Kekuatan-kekuatan besar yang dimiliki perusahaan raksasa dunia yang mengendalikan pasar yang akan memberikan keuntungan pada mereka. Globalisasi juga dikecam Shipman sebagai ‘Amerikanisasi’. Hal ini ditunjukkan dari menyebarnya perusahaan pengecer Amerika seperti bank-bank dan restauran di seluruh dunia.

Dalam bukunya ‘The No-nonsens Guide to Globalization’ (2001) Wayne Ellwood, mengecam globalisasi karena telah meningkatkan ketidakmerataan dan kemiskinan di seluruh dunia. Hal ini terjadi karena pemerintah sudah kehilangan kemampuannya untuk mengontrol strategi dan kebijakan pembangunannya. Oleh karena itu disarankan beberapa langkah konkret untuk mengatasi hal tersebut. Langkah-langkah tersebut antara lain adalah :
  1. Meningkatkan partisipasi warga negara melalui perombakan IMF.
  2. Mendirikan lembaga keuangan global yang baru
  3. Menghargai alam (honor the earth)

No comments:

Post a comment