Ads

Sunday, 1 November 2015

Manajemen Rantai Pasokan dalam Operasi Jasa

Apa yang dimaksud supply chain? Melanjutkan Inisiasi materi Manajemen Operasi Jasa, masuk inisiasi 8 atau terakhir, bagi yang ingin download versi POWERPOINT klik MRP

Suplay Chain



Sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja secara bersama-sama untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir. Rangkaian atau jaringan ini terbentang dari penambang bahan mentah (di bagian hulu) sampai retailer / toko (pada bagian hilir).

Ada 3 macam hal yang harus dikelola dalam supply chain yaitu :
  1. Pertama, aliran barang dari hulu ke hilir. contohnya bahan baku yang dikirim dari supplier ke pabrik, setelah produksi selesai dikirim ke distributor, pengecer, kemudian ke pemakai akhir.
  2. Kedua, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu dan
  3. Ketiga adalah aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir atau sebaliknya




  • Dalam kondisi nyata tidak sesederhana sebagaimana diatas, contoh sebuah produk sederhana yaitu biskuit kaleng.

  • Pihak yang terlibat dalam supply chain biskuit kaleng tersebut adalah :
1.penghasil gandum

2.penghasil tebu

3.penghasil garam

4.penghasil aluminium

5.pabrik tepung terigu

6.pabrik gula
7.distributor garam

8.pabrik kaleng

9.pabrik biskuit

10.distributor biskuit

11.supermarket

12.perusahaan transportasi dan pergudangan.

Skema hubungan yang bisa dibentuk adalah sebagai berikut :


Kalau supply chain adalah jaringan fisiknya, yakni perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam memasok bahan baku, memproduksi barang maupun mengirimkannya ke pemakai akhir, SCM adalah metode, alat atau pendekatan pengelolaannya.
  • Pendekatan yang ditekankan dalam SCM adalah terintegrasi dengan semangat kolaborasi.
  • Supply chain management tidak hanya berorientasi pada urusan internal melainkan juga eksternal perusahaan yang menyangkut hubungan dengan perusahaan-perusahaan partner.

Supply chain management

Definisi oleh the Council of Logistics Management : Supply Chain Management adalah koordinasi yang sistematis dan strategis dari fungsi bisnis tradisional dalam suatu perusahaan dan lintas bisnis dalam supply chain untuk keperluan meningkatkan kinerja jangka panjang dari perusahaan dan supply chain secara keseluruhan.

Perusahaan yang berada dalam supply chain pada intinya ingin memuaskan konsumen dengan bekerja sama membuat produk yang murah, mengirimkan tepat waktu dan dengan kualitas yang bagus.


Lingkup SCM


Apabila mengacu pada sebuah perusahaan manufaktur, kegiatan-kegiatan utama yang masuk dalam klasifikasi SCM adalah :
  • kegiatan merancang produk baru (product development )
  • kegiatan mendapatkan bahan baku (procurement)
  • kegiatan merencanakan produksi dan persediaan (planning and control)
  • kegiatan melakukan produksi (production)
  • kegiatan melakukan pengiriman (distribution)

BagianLingkup kegiatan antara lain
Pengembangan ProdukMelakukan riset pasar, merancang
produk baru, melibatkan supplier
dalam perancangan produk baru
Pengadaan Memilih supplier mengevaluasi
kinerja supplier, melakukan pembelian
bahan baku dan komponen, memonitor
supply risk, membina dan memelihara
hubungan dengan supplier
Perencanaan dan PengendalianDemand planning, peramalan
permintaan, perencanaan kapasitas,
perencanaan produksi dan persediaan
ProduksiEksekusi produksi, pengendalian
kualitas
DistribusiPerencanaan jaringan distribusi,
penjadwalan pengiriman, mencari
dan memelihara hubungan dengan
perusahaan jasa pengiriman,
memonitor service level di tiap pusat
distribusi


¢Sangat penting terutama bagi industri inovatif seperti industri garmen, komputer, elektronik, packaging, dsb. Hal ini dikarenakan product life cycle-nya pendek.


Pengembangan Produk

Menghasilkan sebuah rancangan produk bisa memakan waktu dan biaya yang sangat besar, padahal disisi lain perusahaan dituntut untuk bisa menghasilkan rancangan dalam waktu cepat dan biaya yang murah.
  • Ketiga, fasilitas produksi yang akan dimiliki atau dibangun, jadi aspek manufacturability perlu dipertimbangkan.
  • Keempat, produk yang dirancang harus sedemikian rupa sehinga kegiatan pengiriman mudah dilakukan dan tidak menimbulkan biaya-biaya persediaan yang berlebihan disepanjang suppply chain.
  • Kelima, aspek lingkungan, dituntut rancangan yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang.

No comments:

Post a comment